Kamis, 29 Maret 2012

Utsman Bin Affan


Kehidupan dan sifat-sifat Utsman bin Affan
Utsman bin Affan termasuk salah seorang yang pertama masuk Islam. Ia pernah menjadi sekretaris Rasulullah s.a.w. menuliskan wahyu. Dan di zaman Abu Bakar ia menjadi penasehat Khalifah. Utsman bin Affan juga terkenal dengan kesalehan dan kejujurannya dalam agama. Dia pernah menafkahkan sebagian besar hartanya untuk memajukan Islam. Dia disayangi oleh Rasulullah sampai dikawinkan dengan puterinya Rukayyah, setelah Rukayyah wafat dikawinkan dengan puterinya yang lain yaitu Ummi Kultsum. Oleh karena itu Utsman bin Affan diberi gelar Dzun-Nuraihi, yang artinya: yang mempunyai dua cahaya, dan pernah hijrah dua kali, ke Habasyah dan Madinah.
Penaklukan di zaman Utsman bin Affan
Di zaman Khalifah Utsman bin Affan daerah khilafah Islam bertambah luas, seluruh tanah Persia sampai di Tebristan, Azerbeijan dan Armenia. Di zamannya pula armada Islam mula-mula dibangun atas anjuran dan usaha Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang ketika itu menjadi Wali (Gubernur) Syam. Armada itu sengaja digunakan untuk menyerang Byzantium. Dengan angkatan laut itulah Mu’awiyah menaklukkan beberapa negeri Asia Kecil dan pesisir Laut Hitam. Dengan armada itu pula ia menduduki pulau Cyprus dan Rhodus.
Serbuan serdadu Romawi atas Mesir
Kejatuhan Mesir ke tangan Islam sangat merugikan Byzantium. Oleh karena itu mereka melanggar perjanjian damai yang mereka buat dengan panglima ‘Amru bin al-‘Ash dahulu. Kota Iskandariah diserang, namun mereka dapat dipukul mundur paa tahun 25 H. (644 M). Kemudian pada tahun 31 H (654 M.) mereka menyerang Mesir untuk kali kedua dipimpin langsung oleh Kaisar Konstantyn putera Heraklius. Akan tetapi penyerangan itu dapat juga dipukul mundur oleh laskar Islam dibawah pimpinan panglima Abdullah bin Sa’ad. Dalam pertempuran itu juga turut serta armada dari kedua belah pihak yang terkenal dengan dengan nama ‘Perang Zatus Shawari’.
Di zaman Utsman bin Affan ini panglima Abdullah menundukkan Afrika (Tunisia) dan menyerang negeri Nubia (sebelah Utara Sudan), sehingga rajanya terpaksa mengikat perjanjian admai dengannya.
Haluan politik Utsman bin Affan
Utsman bin Affan diangkat menjadi Khalifah ketika ia berumur 70 tahun. Tabi’atnya ramah-tamah dan pekertinya lemah-lembut. Keteguhan hati dan kecakapannya seperti yang ada pada Abu Bakar dan Umar tak ada paa dirinya. Pada hal sifat ini perlu sekali bagi seseorang yang akan mengendalikan suatu negara yang sangat luas sebagai negara Islam dikala itu. Apalagi zaman itu adalah permulaan zaman pancaroba bagi kehidupan bangsa Arab, yaitu permulaan masa perpindahan dari kehidupan bersahaja kepada kehidupan yang mewah dan penuh dengan kesenangan, dikarenakan kekayaan yang terus mengalir melipah, datang dari negeri-negeri yang ditaklukkan.
Utsman bin Affan mengangkat para wali (gubernur) dari kerabatnya, hal ini dikarenakan kepercayaan Utsman bin Affan kepada mereka lebih besar daripada kepada orang lain yang bukan keluarganya. Adapun haluan ini diambil dengan harapan memperkuat persatuan khilafah Islam dan menghindari perpecahan. ‘Amru bin al-‘Ash wali Mesir di pecatnya dan penggantinya diangkat Abdullah bin Sa’ad saudara sesusuannya.
Demikian juga wali Bashrah Abu Musa al-Asy’ari digantikan dengan Abdullah bin ‘Amir keluarganya juga, sedang wali-wali lama yang termasuk kerabatnya seperti Mu’awiyah bin Abi Sufyan sebagai wali Syam, masih tetap dalam jabatannya. Untuk menjadi penasehatnya diangkat juga dari kerabatnya yaitu Marwan bin al-Hakam.
Begitu pula sekalian jabatan tinggi di zaman Khalifah Utsman juga diangkat dari keluarganya, yaitu keluarga Bani Umayyah. Jadi khilafah Islam ketika itu seakan-akan telah menjadi daulat Bani Umayyah.
Perbuatan yang dianggap ganjil oleh beberapa sahabat ini termasuk cara pembelanjaan harta benda negara menurut cara yang belum pernah dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Kepada Abdullah bin Sa’ad diberikan hak menguasai seperlima dari harta rampasan perang yang diperolehnya dari Afrika. Dan kepada kaum Quraisy diizinkan memiliki tanah-tanah di Irak dan Syam dan di daerah-daerah yang lain, sehingga menimbulkan kebencian penduduk negara-negara bagian kepada pemerintahannya. Maka tidak mengherankan, kalau siasat Utsman bin Affan ini menyebabkan timbulnya kemarahan dan kebencian ummat Islam kepada dirinya dan kepada wali-walinya. Apalagi perbuatan wali-wali itu memungut pajak terlalu tinggi, makin memperbesar api kemarahan itu.
Fitnah yang membawa kematian Utsman bin Affan
Api kemarahan sebagian besar umat Islam kepada Utsman bin Affan semakin lama semakin menyala. Dalam pada itu seorang penghasut dari bangsa Yahudi yang baru masuk Islam, Abdullah bin Saba’ namanya, menambah berkobarnya api yang telah menyala itu.
Dia mengembara kemana-mana dan di kota-kota besar, menghasut dan menjelek-jelekkan nama Utsman bin Affan dan wali-wali yang diangkatnya. Racun fitnah itu disebarkan di Hijaz, Bashrah, Kufah, Syam dan Mesir. Disini dia menghasut sejadi-jadinya, sehingga ia berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah berwasiat supaya pangkat Khalifah diberikan kepada Ali bin Abi Talib, dan dia sajalah yang berhak menjadi Khalifah. Hasutannya itu termakan oleh rakyat dan mereka berpendapat bahwa Utsman bin Affan mengambil pangkat Khalifah dengan jalan yang tidak benar, yaitu melanggar wasiat Rasulullah s.a.w.
Ibnu Saba’ dan para pengikutnya di Mesir, di Basrah dan Kufah telah sepakat untuk datang ke Madinah membuat perhitungan dengan Khalifah, kalau perlu dengan kekerasan.
Maka timbullah huru-hara dimana dan utusan Mesir yang akan menghadap Khalifah Utsman bin Affan telah tiba di Madinah. Mereka itu berjumlah 600 orang dan dikepalai oleh Muhamma bin Abi Bakar dan Muhammad bin Abi Huzaifah. Mereka memohonkan kepada Utsman bin Affan untuk mengganti sekalian wali-walinya dan memecat Abdullah bin Sa’ad wali Mesir. Permintaan mereka itu dituluskan oleh Utsman bin Affan. Abdullah dipecat dan sebagai gantinya diganti dengan Muhammad bin Abi Bakar.
Pemberontak mengepung Kediaman Khalifah Utsman
Keputusan Khalifah ini menyenangkan hati utusan Mesir itu, dan merekapun pulang. Akan tetapi mereka kemudian kembali mendapatkan utusan Utsman yang membawa sepucuk surat yang ditulis oleh Marwan dan di stempel dengan stampel Utsman sendiri, surat itu berisi perintah Utsman kepada wali Mesir Abdullah bin Sa’ad supaya menindas dan menghukum sekalian kaum pemberontak. Utusan itu mengatakan bahwa surat itu mereka dapatkan dari seorang suruhan yang sedang dalam perjalanan menuju Mesir. Utsman bin Affan menyangkal tuduhan itu dan dia bersumpah menyatakan tidak sekali-kali menyuruhnya membuat dan ia tidak tahu menahu dengan surat itu.
Mereka meminta kepada Utsman supaya Marwan diserahkan kepada mereka untuk diperiksa lebih lanjut. Akan tetapi Khalifah tidak mengabulkannya. Laskar Islam saat itu sedang terbagi di beberapa kota yang takluk dibawah kekuasaan Islam. Peluang ini digunakan oleh kaum pemberontak dengan mengepung kediaman Utsman selam 40 hari.
Beberapa orang sahabat yang utama mengirim putera masing-masing untuk melindungi jiwa Khalifah Utsman bin Affan. Setelah pengepungan sampai pada hari ke delapan belas, Utsman meminta bantuan kepada Mu’awiyah dan kepada wali-wali yanglain. Ketika para pemberontak mengetahui akan hal itu, mereka makin naik darah dan sebagian mereka memasuki kediaman Khalifah Utsman bin Affan. Mereka memukul Khalifah dengan pedang sehingga membawa kematiannya dan merampas hartanya. Kejadian nista yang sangat menyedihkan ini terjadi pada tahun 35 H. (656 M.)




Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?

Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah s

My history with Noval


                Awalnya Q cuman gak mo ngecewain Noval  n ku juga gak suka kalo ada yang berfikiran kalo cewe makassar ntu matre, mrk ngeliat cwo dr muka ke dompet ato sebaliknya, so dr ntu ku mo ngenal dy lbh jauh. Tapi seiring berjalanx waktu n seringx bareng mulai timbul perasaan yg laen ntah apa nmx kuw pun gak tw pasti, yg jelas kuw mulai ngerasa nyaman di dekatx, senang n bahagia becanda ma dy hingga akhirx ku pun jatuh kepelukannya. Q jg sempat mikir knp tdk ku coba jalanin hub ma dy zp tw dr dirinyalah Q temukan sosok org yg selama ini Q cari, lagian kuw jg gak mo nyia-nyiain pengorbananx yg setiap minggux ke tempat kerjaku beli pulpen tuk minta no hp ma tmn. Hehehehe,,,,,
                Namun 3 bulan hub ntu brjalan belum diketahui oleh orng tuaku tp pd akhirx mereka pun tw, awalnya sih tanggapan mereka biasa2 aja, but seminggu berselang kemudian pun papa datangin ku ke tempatku ngekost beliau minta aku tuk putus ma pacarku, sumpah sakit bngdd tp mo gmn lg kuw pun meng_iyakan kt2 papa,  tapi gak ngenurutin pa mox ku ttp sj jln ma dy mungkin krn dagh trlanjur synk kali y ma dy ku pun rela bo’ongin org tuaku !!! pa, ma, maafin mia y, maafin anakmw yg gak mo dengerin pa mo papa n mama !!!!
                Q suka n synk bngdd ma dy disebabkn krn perhatianx yg begitu wah bngdd gak prnh kuw dprhatiin sprt ntu, Q nurut tas smua lrngan n perintahmw yang mank menurutku baik tuk diriku sendiri kedepanx,saat sedih, gundah dy yg selalu ngehiburQ, slalu jd support trbaik tukQ. Y meskipun dlm setiap hub ntu gak pernah lepas dr mslh sering berantem tp dy ntu orgx selalu aja bs maafin kuw, ngajarin kuw pokokx dy the best lah. Tp hub ntu gak bertahan lama mungkin krn gak didsari restu org tua jg kali y penyebabx pluz krn skrg dy dagh ngejajakin dunia kmpz yg pastix kan bxk cwek yg lbh n lbh baik dr kuw, gak ad yg bs di andelin drku, kuw xdarin ntu. Mksh taz pa yg selama nie tlh kamu torehkn dlm kehidupnku Q mank bkn yg terbaik tp kuw jg dagh berusaha. Semoga dkehidupan berikutx kita bisa bertemu meski bkn lg sbg sepasang kekasih tp setidakx sodara dagh cukup bwtku.
12-12-2010 – 26-11-2011
noval.jpg 

Islamiyah Ishaq: RPP microteaching

Islamiyah Ishaq: RPP microteaching: Bottom of Form RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah                          : MTS Kelas/Semester              : IX/I Mata Pelajara...

Islamiyah Ishaq: RPP microteaching

Islamiyah Ishaq: RPP microteaching: Bottom of Form RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah                          : MTS Kelas/Semester              : IX/I Mata Pelajara...

RPP microteaching


Bottom of Form
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                          : MTS
Kelas/Semester              : IX/I
Mata Pelajaran               : BAHASA ARAB
Pertemuan ke-                :  1 (Satu)
Alokasi Waktu               : 2 x 40 Menit
Standar Kompetensi      :
-          Memahami pengertian mubtada khabar dalam konsep paparan wacana   هَا أَنَاذَا
Kompetensi Dasar         :
-          Mendeskripsikan kalimat yang mempunyai mubtada khabar dalam wacana tentang هَا أَنَاذَا
Indikator                       :
-   Menjelaskan mubtada khabar dalam bentuk paparan   kalimat
-   Memberi contoh kalimat yang di dalamnya terdapat mubtada khabar
 - Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1.      Memahami pengertian dari mubtada dan khabar dalam wacana sederhana tentang هَا أَنَاذَا
2.      Mampu menggunakan mubtada khabar dalam kalimat
-Materi Pembelajaran
A.  مبتد
مبتدأ هو اللفظ الذي تبتدئ به الجملة    
Atau rafa’ dan ma’rifah yang jatuh di awal jumlah.
B.   خبر
 هو الجزء الذي يتم به معنى الجملةخبر
Khabar ialah penyempurna makna mubtada.
- Strategi Pembelajaran
-  Pendekatan     : Contextual Teaching and Learning (CTL)
-  Metode            : Ceramah, diskusi informasi, demonstrasi, dan pemberian tugas.
-  Keterampilan guru mengajar perorangan dan kelompok kecil:
1. keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan
2. keterampilan mengorganisasi
3. keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
- Langkah-langkah Kegiatan
a.       Kegiatan Pendahuluan
1.      Guru mengingatkan kembali tentang pengertian مبتد و خبر
2.      Guru bertanya kepada siswa apakah siswa pernah belajar sebelumnya tentang مبتد و خبر
3.      Guru menjelaskan kepada siswa tujuan dari pembelajaran yang akan disampaikan.
b.      Kegiatan Inti
1. guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
. Guru membimbing siswa dalam pembelajaran (menyajikan materi pembelajaran) dengan demonstrasi.
2. Guru memberikan pertanyaan yang bersangkutan dengan demonstasi kepada siswa.
3. Siswa dan guru melakukan diskusi informasi untuk menyimpulkan hasil demonstrasi.
c.   Kegiatan Penutup
1. Guru dengan metode tanya jawab membahas hal-hal yang kurang jelas
2. Guru memberi informasi tentang materi pelajaran untuk pertemuan berikutnya
-Bahan dan Sumber Belajar
1. Buku Bahasa Arab untuk kelas IX MTS
2. Semua literatur buku bahasa arab yang membahas mubtada khabar
-  Penilaian
1. Tes tertulis
2. Keaktifan dalam diskusi kelompok