Sabtu, 19 Mei 2012

Fakta negatif tentang rokok :


1.      Rokok berbahaya bagi kesehatan. Realita ini diakui oleh Muslim maupun non-Muslim. Anehnya, sementara sebagian non-Muslim memperdebatkan bahaya minuman keras, mereka justru sepakat bahwa merokok itu berbahaya.
2.      Merokok itu perbuatan mubadzir, sebab bersifat membuang atau membelanjakan harta demi sesuatu yang berbahaya. Memang tidak setiap mubadzir berbahaya secara langsung. Tapi merokok, selain mubadzir juga membahayakan jiwa.
3.      Perokok membahayakan perokok dan orang di sekitarnya. Mungkinkah rokok bisa disetarakan dengan durian misalnya ? orang hanya terganggu karena baunya. Itupun tidak seperti terganggunya orang nonperokok akibat asap rokok. Rokok tidak hanya mengganggu KarenA BAUNYA, TETAPI JUGA MEMBAHAYAKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA ROKOK ITU MEMBAHAYAKAN PENGISAPNYA SENDIRI.
4.      MEROKOK ITU KEBIASAAN BURUK. KEBIASAAN ITU JUGA BERASAL DARI ORANG-ORANG NASRANI.
5.      MEROKOK MENGHABISKAN BANYAK WAKTU. SEORANG PEROKOK BIASANYA MENGHABISKAN WAKTU UNTUK MENGOBROL ATAU DUDUK-DUDUK TERMENUNG DAN BERBAGAI AKTIVITAS TAK BERGUNA LAINNYA KETIKA SEDANG MEROKOK.

SO MENGAPA RAGU TINGGALKAN ROKOK ????

Rabu, 11 April 2012

Islamiyah Ishaq: tukmu yang tak mungkin ku miliki

Islamiyah Ishaq: tukmu yang tak mungkin ku miliki: hari telah berganti tapi tetap bayanganmu masih senantiasa menghantuiku, tak tau pa namanya yang jelas sampe saat ini mazih kamu yang terind...

tukmu yang tak mungkin ku miliki

hari telah berganti tapi tetap bayanganmu masih senantiasa menghantuiku, tak tau pa namanya yang jelas sampe saat ini mazih kamu yang terindah n tetap jadi yg terbaik, ntah bgmn carax agar ku bisa melupakanmu !!!
beri ku kekuatan agar ku bisa pergi sejauh mungkin dari kehidupanmu, kuatkan diriku tuk bisa menghindar darimu, meskipun begitu ku ingin tetAP kau kenang !!!
kuw mazih merindukanmw,,,,

Minggu, 01 April 2012

TUGAS GURU DALAM BIDANG PROFESI, KEMANUSIAAN DAN KEMASYARAKATAN


TUGAS GURU DALAM BIDANG PROFESI, KEMANUSIAAN DAN KEMASYARAKATAN





Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah
Profesi Keguruan
Oleh:
Kelompok VI
SALMIYAH
HABIBI. MH
MUH. SYAIFUL AB

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2012

 
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Yang mana atas berkat dan rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah  ini dengan baik, meskipun kami menyadari masih banyak kekurangan di sana sini  dalam makalah kami.
Dan tak lupa pula ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah “PROFESI KEGURUAN” yang telah membantu dan memberikan saran atas terselesaikannya makalah kami “TUGAS GURU DALAM BIDANG PROFESI, KEMANUSIAAN DAN KEMASYARAKATAN” ini dengan baik.
            Kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepda rekan-rekan MAHASISWA dan MAHASISWI yang membaca dan mempelajari makalah kami ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang banyak  bagi kita semua, sebagai sarana penambah keilmuan kita akan PROFESI KEGURUAN. Amiin.



Makassar, 31 Maret 2012



Peyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang........................................................................................................... 1
B.     Rumusan masalah...................................................................................................... 2
C.     Tujuan........................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Tugas guru dalam bidang kemanusiaan..................................................................... 3
B.     Tugas guru dalam bidang kemasyarakatan................................................................ 5
C.     Tugas guru dalam bidang profesi............................................................................... 5
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................................. 10
B.     Saran........................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Guru merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Jenis pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang di luar kependidikan, walaupun kenyataannya masih dilakukan orang di luar kependidikan. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas. Disini guru mempunyai tugas dan peranan dimana dalam pelaksanaanya guru dituntut untuk mempunyai kemampuan dan keterampilan yang memadai sehingga pelaksanaan pendidikan dapat berjalan secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, keberhasilan suatu proses pembelajaran dalam hal ini pendidikan sangat ditentukan oleh tugas dan peranan guru tersebut.
Peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya  (Wrightman, 1977). Kompetensi berarti kewenangan (kekuasaan) untuk memutuskan atau menentukan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan atau kecakapan. Adapun kompetensi guru (teacher competency) adalah the ability of a teacher to responsibility perform has or her duties appropriately, yaitu kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanankan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak.
Dengan gambaran dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Selanjutnya beralih pada kata “professional”  yang berarti a vacation an wich professional knowledge of some department a learning science is used in its applications to the of other or in the practice of an art found it.
Dalam pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Atas dasar pengertian ini, ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksananakan profesinya.
B.     Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah tugas guru sebagai profesi?
2. Bagaimanakah peran guru dalam bidang kemanusiaan ?
3. Bagaimanakah peran guru dalam bidang kemasyarakatan ?
C. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan tugas guru sebagai profesi.
2. Mendeskripsikan peran guru dalam bidang kemanusiaan.
3. Mendeskripsikan peran guru dalam bidang kemasyarakatan.












BAB II
PEMBAHASAN
Pada dasarnya, guru memiliki banyak tugas baik secara dinas, maupun diluar dinas. Tugas guru tersebut dapat digolongkan menjadi 3, yaitu : tugas guru dalam bidang kemanusiaan, bidang kemasyarakatan, dan di bidang profesi.
A.    Tugas Guru dalam Bidang Kemanusiaan
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.
Di masyarakat guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya yang berdasarkan Pancasila. Tugas dan peran guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru dalam hakekatnya merupakan komponen strategis yang memiliki peran penting dalam gerak laju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan factor condisio sine quanon yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era kontemporer ini.
Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti mengajar, memimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator dan konselor, (Adam dan Decey, Basic principles of student teaching). Secara dominan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
(1)      Guru sebagai demonstrator
Melalui perannya sebagai demonstrator, lecture atau pengajar, guru hendaknya menguasai bahan ajar atau materi yang akan diajarkannya.  Serta senantiasa mengembangkannya dalam artian meningkatkan kemampuan ilmu yang ia miliki karena ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
Guru sendiri adalah pelajar dalam arti guru harus belajar terus-menerus. Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator sehingga mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis. Maksudnya agar apa yang disampaikan itu betul-betul dimiliki oleh anak didiknya.
(2)      Guru sebagai pengelola kelas
Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa untuk belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Tanggung jawab yang lain sebagai manajer yang penting bagi guru adalah membimbing pengalaman-pengalaman siswa sehari-hari kearah self directed behavior. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya terhadap guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri. Siswa harus melakukan self control dan self activity malalui proses bertahap.
(3)      Guru sebagai mediator dan fasilitator
Sebagai mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Selain itu guru harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta menyediakan media itu dengan baik. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa.
Sebagai fasilitator, guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.

(4)      Guru sebagai evaluator
Dengan evaluasi, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Tujuan lain dari penilaian diantaranya ialah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat mengklasifikasikan siswa.
Demikian sedikit uraian tentang tugas, peran serta kopetensi guru yang merupakan landasan dalam mengabdikan profesinya. Guru yang profesional tidak hanya mengetahui, tetapi betul-betul melaksanakan apa yang menjadi tugas dan peranannya.
B.     Tugas Guru dalam Bidang Kemasyarakatan
Dan tugas guru dalam bidang kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. Dan untuk melaksanakan tugas guru dalam bidang profesi, seorang guru harus memiliki keahlian khusus sebagai seorang guru, yang tidak bisa dilakukan oleh orang diluar profesi ini.
Sementara itu di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat (social agent). Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun dalam kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia yang akan datang tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan sangat bergantung dari "citra" guru di tengah-tengah masyarakat.
C.    Tugas Guru dalam Bidang Profesi
Tugas guru dalam bidang profesi meliputi tiga hal, yaitu :
a. Mendidik
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Oleh karena itu, guru diharapkan tidak hanya menyampaikan materi yang harus diterima siswa, akan tetapi juga memberikan arahan kepada siswa tersebut.
b. Mengajar
Tugas guru sebagai seorang pengajar berarti guru memiliki kewajiban untuk berperan sesuai dengan perannya yang berkaitan dengan manajemen sekolah. Peran tersebut meliputi peran guru dalam proses belajar mengajar dalam kelas yang sering disebut dengan manajemen kelas.
c. Melatih
Sebagai seorang pelatih, guru melatih siswa dalam belajar cara berpikir dan bekerja, juga berdialog dengan siswa untuk memperbaiki miskonsepsi atau pemahaman siswa yang keliru dan cara-cara berpikir yang kurang logis dan sistematis.
Berkaitan dengan tugasnya di bidang profesi, guru mempunyai beberapa peran, yaitu:
-          Peran guru dalam proses belajar mengajar/ manajemen kelas
Peran seorang guru sangat signifikan dalam proses belajar mengajar. Menurut Adam & Decey dalam Basic Principles of student Teaching, peranan dan kompetensi guru dalam proses pembelajaran meliputi banyak hal, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing siswa, pengatur lingkungan, partisipan kegiatan belajar mengajar, perencana bahan ajar, supervisor pembelajaran, motivator, dan konselor bagi siswa. Untuk itu, peningkatan kemampuan dan keahlian guru dalam mengelola kelas dan pembelajaran. Ketrampilan dalam melaksanakan manajemen kelas yang efektif dipengaruhi oleh faktor – faktor sebagai berikut :
1) Pengembangan solidaritas pemahaman personal siswa atau psokologi siswa dan kebutuhan belajar.
2) Pematangan hubungan positif antara guru dan siswa serta antar siswa demi kebutuhan psikologis siswa.
3) Pengimplementasian metodologi peengajaraan yang memfasilitasi belajar optimal, dengan member respon positif paada siswa.
4) Menggunakan metode pengelolaan kelompok yang memaksimalkan tugas siswa.
5) Penggunaan metode konseling agar selalu dapat melaalui ujian dengan baik dan tidak mengalami penyimpangan perilaku.
Hal – hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman khusus tentang variable yang berpengaruh dalam efektivitas pembelajaran. Pembelajaran efektif yang dimaksud antara lain keberhasilan guru mengkreasikan lingkungan belajar positif, memberdayakan siswa, melibatkan diri secara total dalam kegiatan belajar mengajar.
-          Peran Guru sebagai Manajer Kelas
Dari hasil survey mengenai keefektifan guru melaporkan bahwa keterampilan manajemen kelas menduduki posisi primer dan menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang diukur dari efektifitas proses belajar siswa atau peringkat yang dicapainya. Dengan demikian, keterampilan manajemen kelas sangat krusial dan fundamental dalam mendukung proses pembelajaran. Guru-guru yang rendah keterampilannya dalam bidang manajemen kelas, barangkali tidak dapat menyelesaikan banyak hal yang menjadi tugas pokoknya.
Ada penelitian yang menunjukan bahwa yang mendekati manajemen kelas sebagai proses pemapanan dan pemeliharaan lingkungan belajar efektif cenderung lebih sukses daripada guru-guru yang memposisikan atau memerankan diri sebagai figure otoritas. Kinerja manajemen kelas yang efektif memungkinkan lahirnya roda penggerak bagi penciptaan pemahaman diri, evaluasi diri, dan internalisasi control diri pada kalangan siswa.
-          Peran Guru Dalam manajemen perilaku Siswa
Dalam keseharian tugas dinasnya bahwa siswa paling banyak berhubungan dengan guru dan demikian juga sebaliknya merupakan perwajahan sekolah yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Dalam tugas kesehariannya, guru berhadapan dengan siswa yang tinggi, sedang, atau rendah prestai akademiknya. Dia pun berhadapan dengan siswa yang baik-baik dan santun, arogan, cuek, pengganggu, bahkan siswa yang pernah melakukan tindakan kriminal. Juga siswa yang kuat, sedang, lemah fisiknya. Dan juga keragaman itu dilihat dari perspektif sosial, ekonomi, agama, dan sebagainya. Siswa yang cenderung bermasalah biasanya menjadi beban tambahan sekaligus sumber kepedulian utama bagi guru. Bahkan siswa yang bermasalah ini makin menjadi pusat kepedulian utama para guru, administrator, orangtua, bahkan publik. Tetapi kondisi yang anak yang seperti itu akan menjadi peluang bagi guru untuk mengelola kelasnya secara efektif bagi penciptaan faktor yang mempengaruhi motivasi, prestasi, dan perilaku siswa.
Keadaan negatif yang dirasakan guru ini benar-benar terasa mengganggu mereka. Faktor yang menyebabkan siswa cenderung berperilaku buruk, antara lain : faktor sosial, ekonomi, kurtural, agama, jenis kelamin, ras, tempat tinggal, pebedaan potensi kognitif, kesehatan, dan lain-lain. Ada tantangan serius bagi sekolah untuk menciptakan iklim yang kondusif. Pertama, memperkuat kinerja dan misi akademik sekolah, kedua, menetapakan tata aturan dan prosedur disiplin yang jelas dan standar, serta mengikat semua anak didik. Ketiga, melembagakan dan member keteladanan mengenai norma-norma etik yang menjadi pemandu hubungan antar subyek di lingkungan sekolah.
-          Peran guru dalam pengadministrasian
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai berikut :
a. Pengambil insiatif, pengarah dan penilai kegiatan pendidikan.
b. Wakil masyarakat, yang berarti menjadi anggotaa maasyarakat dalam lingkungaan sekolah, seorang guru harus bersikap baik.
c. Ahli dalam bidang mata pelajaran. Guru memiliki tanggung jawab untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi muda yang berupa pengetahuan.
d. Penegak disiplin, guru haarus selalu menjaga agar tercapai suatu suasana yang disiplin.
e. Pelaksana administrasi pendidikan, disamping menjadi pengajar, guru juga bertanggung jawab akan kelancaran pendidikan dan kegiatan administrasi.
f. Pemimpin generaasi muda untuk menjadi anggota masyarakat yang dewasa.
g. Penerjemah segala perkembangan dunia pada masyarakat, khususnya tentang masalah pendidikan.
- Peran Guru Sebagai Pribadi
Sebagai dirinya sendiri guru harus berperan sebagai:
a. Petugas sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat. Dalam kegiatan-kegiatan masyarakat guru senantiasa merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi didalamnya.
b. Pelajar dan ilmuwan, yaitu senantiasa terus menerus menuntut ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara setiap saat guru senantiasa belajar untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
c. Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam pendidikan anaknya. Sekolah merupakan lembaga pendidikan setelah keluarga, sehingga dalam arti luas sekolah merupakan keluarga, guru berperan sebagai orang tua bagi siswanya.
d. Teladan, yaitu yang senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa. Guru menjadi ukuran bagi norma-norma tingkah laku.
e. Pengaman, yaitu yang senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswa. Guru menjadi tempat berlindung bagi siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya.
- Peran Guru Secara Psikologis
Guru juga mempunyai peran secara psikologis, khususnya psikologis pendidikan dan perkembangan siswa. Peran – peran tersebut antara lain :
a. Ahli psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
b. Relationship, artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
c. Catalytic/pembaharu, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik.
d. Ahli psikologi perkembangan, yaitu guru adalah seorang yang memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya, terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya.


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Tugas seorang guru terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
1. Tugas dalam bidang profesi
2. Tugas bidang kemanusiaan
3. Tugas bidang kemasyarakatan
Dalam kaitannya dengan tugas di bidang profesi, guru mempunyai beberapa peran, yaitu:
1. Peran guru dalam manajemen kelas
2. Peran guru sebagai manajer kelas
3. Peran guru dalam manajemen perilaku siswa
4. Peran guru dalam pengadministrasian
5. Peran guru secara pribadi
6. Peran guru secara psikologis
B. Saran
Sampai saat ini masih sering ditemui guru-guru yang belum dapat melaksanakan tugas dan perannya dengan baik sehingga tujuan-tujuan pendidikan belum belum dapat tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, hendaknya para guru meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan tugas dan perannya, khususnya dalam manajemen sekolah sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
http:// profesionaalitas guru.com/2010/01/28. STKIP Melawi.
http:// Peran strategis guru PAI dalam membangun karakter masyarakat menuju bangsa yang bermartabat. com/2011/11/13. Admin.
Soetomo, dkk, 2009. Manajemen Sekolah. Semarang: UPT MKK Universitas Negeri Semarang.
http://onnyrudianto.wordpress.com/2010/03/01/tugas-dan-peran-guru/





Kamis, 29 Maret 2012

Utsman Bin Affan


Kehidupan dan sifat-sifat Utsman bin Affan
Utsman bin Affan termasuk salah seorang yang pertama masuk Islam. Ia pernah menjadi sekretaris Rasulullah s.a.w. menuliskan wahyu. Dan di zaman Abu Bakar ia menjadi penasehat Khalifah. Utsman bin Affan juga terkenal dengan kesalehan dan kejujurannya dalam agama. Dia pernah menafkahkan sebagian besar hartanya untuk memajukan Islam. Dia disayangi oleh Rasulullah sampai dikawinkan dengan puterinya Rukayyah, setelah Rukayyah wafat dikawinkan dengan puterinya yang lain yaitu Ummi Kultsum. Oleh karena itu Utsman bin Affan diberi gelar Dzun-Nuraihi, yang artinya: yang mempunyai dua cahaya, dan pernah hijrah dua kali, ke Habasyah dan Madinah.
Penaklukan di zaman Utsman bin Affan
Di zaman Khalifah Utsman bin Affan daerah khilafah Islam bertambah luas, seluruh tanah Persia sampai di Tebristan, Azerbeijan dan Armenia. Di zamannya pula armada Islam mula-mula dibangun atas anjuran dan usaha Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang ketika itu menjadi Wali (Gubernur) Syam. Armada itu sengaja digunakan untuk menyerang Byzantium. Dengan angkatan laut itulah Mu’awiyah menaklukkan beberapa negeri Asia Kecil dan pesisir Laut Hitam. Dengan armada itu pula ia menduduki pulau Cyprus dan Rhodus.
Serbuan serdadu Romawi atas Mesir
Kejatuhan Mesir ke tangan Islam sangat merugikan Byzantium. Oleh karena itu mereka melanggar perjanjian damai yang mereka buat dengan panglima ‘Amru bin al-‘Ash dahulu. Kota Iskandariah diserang, namun mereka dapat dipukul mundur paa tahun 25 H. (644 M). Kemudian pada tahun 31 H (654 M.) mereka menyerang Mesir untuk kali kedua dipimpin langsung oleh Kaisar Konstantyn putera Heraklius. Akan tetapi penyerangan itu dapat juga dipukul mundur oleh laskar Islam dibawah pimpinan panglima Abdullah bin Sa’ad. Dalam pertempuran itu juga turut serta armada dari kedua belah pihak yang terkenal dengan dengan nama ‘Perang Zatus Shawari’.
Di zaman Utsman bin Affan ini panglima Abdullah menundukkan Afrika (Tunisia) dan menyerang negeri Nubia (sebelah Utara Sudan), sehingga rajanya terpaksa mengikat perjanjian admai dengannya.
Haluan politik Utsman bin Affan
Utsman bin Affan diangkat menjadi Khalifah ketika ia berumur 70 tahun. Tabi’atnya ramah-tamah dan pekertinya lemah-lembut. Keteguhan hati dan kecakapannya seperti yang ada pada Abu Bakar dan Umar tak ada paa dirinya. Pada hal sifat ini perlu sekali bagi seseorang yang akan mengendalikan suatu negara yang sangat luas sebagai negara Islam dikala itu. Apalagi zaman itu adalah permulaan zaman pancaroba bagi kehidupan bangsa Arab, yaitu permulaan masa perpindahan dari kehidupan bersahaja kepada kehidupan yang mewah dan penuh dengan kesenangan, dikarenakan kekayaan yang terus mengalir melipah, datang dari negeri-negeri yang ditaklukkan.
Utsman bin Affan mengangkat para wali (gubernur) dari kerabatnya, hal ini dikarenakan kepercayaan Utsman bin Affan kepada mereka lebih besar daripada kepada orang lain yang bukan keluarganya. Adapun haluan ini diambil dengan harapan memperkuat persatuan khilafah Islam dan menghindari perpecahan. ‘Amru bin al-‘Ash wali Mesir di pecatnya dan penggantinya diangkat Abdullah bin Sa’ad saudara sesusuannya.
Demikian juga wali Bashrah Abu Musa al-Asy’ari digantikan dengan Abdullah bin ‘Amir keluarganya juga, sedang wali-wali lama yang termasuk kerabatnya seperti Mu’awiyah bin Abi Sufyan sebagai wali Syam, masih tetap dalam jabatannya. Untuk menjadi penasehatnya diangkat juga dari kerabatnya yaitu Marwan bin al-Hakam.
Begitu pula sekalian jabatan tinggi di zaman Khalifah Utsman juga diangkat dari keluarganya, yaitu keluarga Bani Umayyah. Jadi khilafah Islam ketika itu seakan-akan telah menjadi daulat Bani Umayyah.
Perbuatan yang dianggap ganjil oleh beberapa sahabat ini termasuk cara pembelanjaan harta benda negara menurut cara yang belum pernah dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Kepada Abdullah bin Sa’ad diberikan hak menguasai seperlima dari harta rampasan perang yang diperolehnya dari Afrika. Dan kepada kaum Quraisy diizinkan memiliki tanah-tanah di Irak dan Syam dan di daerah-daerah yang lain, sehingga menimbulkan kebencian penduduk negara-negara bagian kepada pemerintahannya. Maka tidak mengherankan, kalau siasat Utsman bin Affan ini menyebabkan timbulnya kemarahan dan kebencian ummat Islam kepada dirinya dan kepada wali-walinya. Apalagi perbuatan wali-wali itu memungut pajak terlalu tinggi, makin memperbesar api kemarahan itu.
Fitnah yang membawa kematian Utsman bin Affan
Api kemarahan sebagian besar umat Islam kepada Utsman bin Affan semakin lama semakin menyala. Dalam pada itu seorang penghasut dari bangsa Yahudi yang baru masuk Islam, Abdullah bin Saba’ namanya, menambah berkobarnya api yang telah menyala itu.
Dia mengembara kemana-mana dan di kota-kota besar, menghasut dan menjelek-jelekkan nama Utsman bin Affan dan wali-wali yang diangkatnya. Racun fitnah itu disebarkan di Hijaz, Bashrah, Kufah, Syam dan Mesir. Disini dia menghasut sejadi-jadinya, sehingga ia berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah berwasiat supaya pangkat Khalifah diberikan kepada Ali bin Abi Talib, dan dia sajalah yang berhak menjadi Khalifah. Hasutannya itu termakan oleh rakyat dan mereka berpendapat bahwa Utsman bin Affan mengambil pangkat Khalifah dengan jalan yang tidak benar, yaitu melanggar wasiat Rasulullah s.a.w.
Ibnu Saba’ dan para pengikutnya di Mesir, di Basrah dan Kufah telah sepakat untuk datang ke Madinah membuat perhitungan dengan Khalifah, kalau perlu dengan kekerasan.
Maka timbullah huru-hara dimana dan utusan Mesir yang akan menghadap Khalifah Utsman bin Affan telah tiba di Madinah. Mereka itu berjumlah 600 orang dan dikepalai oleh Muhamma bin Abi Bakar dan Muhammad bin Abi Huzaifah. Mereka memohonkan kepada Utsman bin Affan untuk mengganti sekalian wali-walinya dan memecat Abdullah bin Sa’ad wali Mesir. Permintaan mereka itu dituluskan oleh Utsman bin Affan. Abdullah dipecat dan sebagai gantinya diganti dengan Muhammad bin Abi Bakar.
Pemberontak mengepung Kediaman Khalifah Utsman
Keputusan Khalifah ini menyenangkan hati utusan Mesir itu, dan merekapun pulang. Akan tetapi mereka kemudian kembali mendapatkan utusan Utsman yang membawa sepucuk surat yang ditulis oleh Marwan dan di stempel dengan stampel Utsman sendiri, surat itu berisi perintah Utsman kepada wali Mesir Abdullah bin Sa’ad supaya menindas dan menghukum sekalian kaum pemberontak. Utusan itu mengatakan bahwa surat itu mereka dapatkan dari seorang suruhan yang sedang dalam perjalanan menuju Mesir. Utsman bin Affan menyangkal tuduhan itu dan dia bersumpah menyatakan tidak sekali-kali menyuruhnya membuat dan ia tidak tahu menahu dengan surat itu.
Mereka meminta kepada Utsman supaya Marwan diserahkan kepada mereka untuk diperiksa lebih lanjut. Akan tetapi Khalifah tidak mengabulkannya. Laskar Islam saat itu sedang terbagi di beberapa kota yang takluk dibawah kekuasaan Islam. Peluang ini digunakan oleh kaum pemberontak dengan mengepung kediaman Utsman selam 40 hari.
Beberapa orang sahabat yang utama mengirim putera masing-masing untuk melindungi jiwa Khalifah Utsman bin Affan. Setelah pengepungan sampai pada hari ke delapan belas, Utsman meminta bantuan kepada Mu’awiyah dan kepada wali-wali yanglain. Ketika para pemberontak mengetahui akan hal itu, mereka makin naik darah dan sebagian mereka memasuki kediaman Khalifah Utsman bin Affan. Mereka memukul Khalifah dengan pedang sehingga membawa kematiannya dan merampas hartanya. Kejadian nista yang sangat menyedihkan ini terjadi pada tahun 35 H. (656 M.)




Saya dengar Pesantren Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa. Saya sangat tertarik. Bisa dijelaskan?

Ya anda benar! Program beasiswa di Pesantren Darunnajah Cipining bisa didapatkan melalui banyak pintu. Setiap santri berhak mengambil beasiswa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan banyaknya pintu tersebut, diharapkan para santri mendapatkan berbagai kemudahan sehingga bisa mendapatkan beasiwa melalui salah s